menu Menu
Pentingnya Menajemen Mabuk
Dalam lingkungan ini, mereka jadikan usaha sehari-hari untuk mencari uang. Merekaa bahkan tidak pernah minum. Kecuali di hari-hari pesta.
By admin Posted in Our Voice on August 7, 2018 0 Comments 2 min read
Anggukan Nusantara dan Kotek Antek Previous Senjata Milik TNI Sudah Dikembalikan, Listrik Urung Survey Next

BUDAYA mabuk pinang. Itu kebiasaan saudara-saudari kita dari pantai. Mereka tau, kapan saya makan pinang, dimana saya makan pinang dan berapa ribu yang saya siapkan untuk beli pinang. Atau kalau pohon pinang tumbuh di pinggir rumah, cukup mereka siapkan colokan, agar mereka bisa petik buah pinang. Ada yang dijual, sisa lain untuk konsumsi di rumah.

BUDAYA mabuk miras atau minuman keras adalah kebiasaan saudara-saudari kita dari barat.  Mereka tau, kapan saya minun minuman beralkohol, dimana saya saya harus minum dan berapa ribu yang saya siapkan untuk beli alkohol. Bahkan dibelakang pekarangan rumah, mereka tanam buah-buahan yang akhirnya bisa difermentasi menjadi alkohol.

Di beberapa tempat yang masih memproduksi minuman beralkohol seperti Bobo di Kalibobo, Arak di Flores, Cap Tikus di Manado. Dalam lingkungan ini, mereka jadikan usaha sehari-hari untuk mencari uang. Merekaa bahkan tidak pernah minum. Kecuali di hari-hari pesta.

Lalu, Yohanes tanya kepada mama Yolanda. Kebetulan mama Yolanda ini berasal dari Tage.

“Mama setiap hari kunya-kunya pinang itu makanan adat Danau Tage ka? Katanya pinang itu mengusir pelindungmu”.

“Eeke,,,  pinang itu budaya Papua”, ujar mama Yolanda.

“Iya tapi mama setelah makan pinang urat-urat di kepala timbul-timbul semacam orang mabuk”, ujar Yohanes mundur-mundur.

“Ei kou stop. Orang makan pinang supaya badan tambah semangat, otak tambah lancar”, ujar mama Yolanda sambil Yon dengan buah pinang.

TARA TAU MABUK, STOP

Sekarang masalahnya jatuh kepada rombongan peminum dan pemakan pinang yang “tara tau mabuk”. Rombongan ini harus dibina dengan cara apa, oleh lembaga mana dan apa efek jeranya agar mereka bisa “sopan sdikit”.

Masalah ini orang anggap biasa-biasa saja, kembali ke kesadaran diri, tetapi mestinya harus menjadi perhatian serius oleh semua elemen masyarakat. Jangan anggap ini persoalan sepeleh, sebab dalam bumi, justru hal-hal sepeleh inilah menimbulkan masalah-masalah besar. Terutama soal “tara tau mabuk”.

Memang minum dan makan pinang adalah hak setiap orang.  Bila ada uang, rasa minum alkohol muncul, orang boleh menikmatinya. Tarada yang larang. Soalnya,  setelah kau minum, su mabuk,  jalan kaya orang gila, lupa keluarga, lempar-lempar suami, tidak duduk bicara baik baik,  itulah yang kami persoalkan. 📿🇫🇷🏼🏽🏾🏿

Facebook Comment


Previous Next

keyboard_arrow_up