menu Menu
Senjata Milik TNI Sudah Dikembalikan, Listrik Urung Survey
By admin Posted in News, Swara Papua on August 7, 2018 0 Comments 3 min read
Pentingnya Menajemen Mabuk Previous Ibu Hagar, Wakil Rakyat yang Peduli Mahasiswa Papua Next

Lanjutan Expedisi Papua Terang

Senin, 6/8, sekitar pukul 10.00/WIT terjadi perampasan senjata milik TNI 753 Nabire BKO Kabupaten Paniai dan Koramil 1705-02 Enarotali Paniai yang sedang melaksanakan tugas pengamanan survey pemasangan jaringan aliran listrik dari PT PLN Nabire Cabang Manokwari.

Kapolres Paniai,  AKBP Supryagung S.Ik, SH, MH, melalui pesan singkat mengatakan, tim keamanan bersama rombongan PLN menuju Distrik Wegebino. Rombongan paling depan dihadang dan diserang oleh orang tak dikenal berjumlah sekitar 30 orang lebih.

Saksi mata Wegemino mengakui, warga disana tak pernah diberitahu kedatangan rombongan.

Menurut Ketua Lembaga Adat Paniai,  Jhon Nr Gobay, kegiatan apapun, harus disampaikan secara tertulis kepada masyarakat. Minimal, program Jokowi agar Papua Terang ini sudah harus disambut gembira, bukan dengan masalah. Tetapi jikalau ada masalah dilapangan berarti, mungkin kesalahan prosedural.

Sementara itu,  rombongan PLN yang melibatkan sejumlah Kampus ternama di Indonesia, mengaku siap menyurpei kondisi lapangan sebelum dilakukan penanaman listrik hingga ke dusun-dusun.

“Kami siap mendata dan melakukan survey sampai tingkat kampung,  namun bila masyarakat membuat masalah, berarti kami pindah ke kampung-kampung yang lain”, ujar Kuri, karyawan Pt PLN yang melakukan survey.

Pada hari Selasa, tanggal 07 Agustus 2018, pukul 02.30 WIT, bertempat di Guest House Enarotali telah dilaksanakan penyerahan 4 pucuk senjata (3 Laras panjang dan 1 pistol P1)  yang di rampas warga.

Kepala Distrik Wegemuka,  Deki Gobay dan Robi Degei (Kadistrik Wegebino) menyerahkan senjata milik TNI itu kepada Letkol Inf Jimmy TP Sitinjak (Dandim 1705/PN) dan Mussa Isir (pejabat Bupati Kab. Paniai).

Hadir dalam acara penyerahan, Mayor Inf Junaid (Danramil 1705-02/Enarotali), Lettu Inf Eko Warsito (Danunit Inteldim 1705/PN),  Serka Deni (Danpos Timintel Rem 173/PVB),  Sertu Edwar Hadinata (Danpos unit Intel dim pos Paniai ) dan
IPDA Jhon (Kasat Intel Polres Paniai)

Sebelum penyerahan senjata, pukul 02.00 WIT, Deki Gobay melakukan kontak telpon kepada Danramil 1705-02 Enarotali untuk mengembalikan senjata sebanyak 4 pucuk yang sudah di rampas warga. Danramil 1705-02 dan rombongan sigap di Guest house Enarotali.

Pukul 02.30 WIT, Deki Gobay dan Robi Degei beserta para kepala kampung tiba di Guest House dan disambut oleh Letkol Inf Jimmi TP Sitinjak dan Bupati Kab. Paniai.

Pukul 02.35 WIT, Penyerahan 4 senjata oleh Deki Gobay kepada Letkol Inf Jimmi TP Sitinjak yang saksikan oleh Bupati Kab. Paniai.

Pukul 02.45 WIT, Deki Gobay mewakili masyarakat menyampaikan beberapa hal.

“Kami sebagai pemerintah daerah menginginkan program seperti itu untuk masuk ke Distrik kami. Permasalahan yang terjadi merupakan Miss komunikasi antara aparat kemanan dan kami sebagai pemerintah daerah. Kami mengucapkan permohonan maaf karena yang melakukan kegiatan seperti itu merupakan anak-anak kita yang perlu dilakukan pembinaan”.

Letkol INF Jimmi TP Sitinjak mengatakan:

“Kami sebagai aparat kemanan sangat berterima kasih kepada para kepala Distrik dan Kampung yang sudah membantu kembalinya senjata yang dirampas dari anggota kami. Kami akan terus berusaha membantu agar program yang sudah dibuat oleh pemerintah pusat bisa masuk menuju distrik-distrik serta kampung-kampung yang ada di pelosok Kab. Paniai demi kemajuan masyarakat Kab Paniai”.

Penyerahan senjata dilanjutkan dengan foto bersama. Jhon Gobah hanya berharap agar pihak terkait jangan mengandalkan militer untuk membangun rakyat Papua. Pakailah mereka seperlunya sesuai tugas, tetapi koordinasi sungguh sangat penting agar tidak ada salah pengertian antar masing-masing institusi. (*)

Facebook Comment


Previous Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment

keyboard_arrow_up