menu Menu
Anggukan Nusantara dan Kotek Antek
Entah sampai kapan dagelan-dagelan ini akan berakhir. Sampai si donatur putus asa dan langsung menyerang Indonesia secara militer?
By admin Posted in Abdul Munib on August 8, 2018 0 Comments 3 min read
Baku Pukul Previous Pentingnya Menajemen Mabuk Next

Anggukan Nusantara dan Kotek Antek

Oleh Abdul Munib

Masuk dalam idiom bahasa kekinian negeri ini istilah Kecebong dan Kampret. Yang terjadi di Batam atas Neno adalah serangan balik Cebong setelah Kampret mendemo Martabak putra presiden di Solo. Batam tak menerima provokator setelah sebelumnya Solo mendemo Martabak. Konon donatur Kampret sudah sangat putus asa,  uang banyak digelontorkan itu untuk ciptakan kerusuhan Nusantara tapi kenapa hasilnya malah dagelan demi dagelan.

Entah sampai kapan dagelan-dagelan ini akan berakhir. Sampai si donatur putus asa dan langsung menyerang Indonesia secara militer?

Santri Kalong : Kang mungkinkah kita diserang secara militer oleh Amerika,  Saudi dan Israel karena perang proksi disini selalu berakhir dagelan. Lihat film 22 menit yang ditonton polisi dan masyarakat, menampilkan si tukang sate.

Kang Mat : Dulu PKI begitu. Omong besarnya sampai ke kampung intinya mau rebut kekuasaan secara revolusioner versi mereka,  menjarah harta si kaya dan membunuh Kiai. Itu konten proxy nya. Sekarang pekerjaan ini sedang dilakukan oleh kampret. Satu kedipan mata saja seperti pernah dilakukan Pak Harto pada pengikut PKI genosida terjadi. Ini yang kita orang waras tidak mau. Karena diantara para kampret banyak awam yang ikut-ikutan. Perang saudara berlatar agama pernah terjadi pada bangsa Nusantara ini dinjaman Wangsa Sanjaya dan Wangsa Sailendera tahun 800 an masehi. Hasilnya padajayana magabatanga. Drow sama kuat tapi sama-sama hancur. Inikah yang dimaui orang seperti Neno, Mardani dan setiap orang yang mendukung gerakan Kotek Antek ? Tidak. Dalam operasi jaring terputus yang direkrut tidak tahu dirinya direkrut. Kini dibalut Iming-iming kemurnian agama. Kekuatan agama untuk pendamai dibalik. Agama jadi alat propolkasi yang berefek kerusuhan dan perang. Amerika saja ditantang perang oleh Komandan Al Quds Qosim Sulaimani nggak mau. Mardani siap perang apa ?

Santri Kalong : Jadi kita harus bagaimana Kang. Apa yang harus kita lakukan ?

Kang Mat : Apa yang harus kita lakukan itu bagian dari filsafat amali,  tentu setelah kita memakrifati keadaan sebagaimana sebenarnya. Pandangan dunia dari masalah peradaban manusia kini adalah Imperium Kapitalis mendapat penentangan di jantungnya di Eropa dan negara-negara penentang. Ini sumber ketegangannya di seluruh dunia pemicunya di Timur Tengah, Semenanjung Korea, maupun Laut Cina Selatan. Indonesia negara sangat kaya,  tak mungkin luput dari incaran mereka. Indoneaia negara penduduk muslim terbesar yang tidak akui kedaulatan negara Israel sejak dulu sampai sekarang. Ini kenyataan yang harus kita hadapi,  konsekwensi menjadi rakyat Indonesia. Kalau tidak suka pindah kewarga-negaraan Malayasia dibawah komenwelth persemakmuran Inggris, enak tidak diganggu.

Santri Kalong : Kenapa meraka tidak perang secara militer saja ?

Kang Mat : Mereka punya perhitungan dan pengalaman di perang revolusi tahun 1945-1949. Rakyat Indoneaia itu rakyat perang,  sedangkan vietnam saja belajar dari sini. Di ajak perang malah senang. Ditipu gampang. Modalnya akan sangat besar tapi kerugiannya akan lebih besar. Sumberdaya yang potensial adalah rakyat awam yang mudah diprovokasi. Tentu saja peluncurnya adalah elit yang pecundang. Pecundang mau digunakan musuh dengan imbalan kecil untuk meruntuhkan negaranya sendiri. Jadi kita harus membuat pesan pada dunia berupa Anggukan Nusantara. Untuk melawan kotek Antek. Ingat teroris di Pasuruan. Bawa bom ke rumah,  anaknya yang kena. Dianya sendiri ngeloyor,  masih takut mati kan. Itu lah contoh tabiat Antek. Ada tetangga yang bantu bawa korban ke rumah sakit.  Ini hina kan? Hidup cuma sekali jangan wariskan kisah penghianat kepada generasi kita. Anggukan Nusantara itu ada disetiap jempol rakyat Indonesia yang masih waras. Perang sekarang sedang berlangsung di hape. Sesekali ada bom dan tukang sate. Sementara keadaanya masih begitu,  selanjutnya terserah kita mau yang seperti apa rasa sirsak atau stroberi?

Komunitas Filsafat Pancasila

Facebook Comment


Previous Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment

keyboard_arrow_up