menu Menu
Yahudi pun Tak Kejam
Sekali lagi, jika mau jujur, pelaku korupsi di negeri ini banyak yang sedang bersantai ria diluar sana. Dari tahun ke tahun silih berganti kerut dana tak sedikit. Namun tak pernah disentuh.
By admin Posted in Our Voice on August 9, 2018 0 Comments 6 min read
Zonawi Maruf dan Uno Previous Muhaimin Power! Mahfud MD Riwayatmu Dulu,  Jokowi Ditengah Pusaran Para Pahlawan Kesiangan Next

Yahudi Pun Tak Kejam

Oleh Engelbertus Degey

Aneh, orang-orang dalam penjara tidak diperhatikan kondisi kesehatannya. Dimana hak asasi manusianya. Penjara model apa ini. Bagaimana hubungi keluarga, bagaimana hubungi dokter bila narapi sakit. Kok, penjara Indonesia seperti penjara di jaman Nazi Hitler, kaum Yahudi disiksa dan dianiaya seperti binatang. Orang sakit dibiarkan begitu saja, sampai mati, pura-pura dibawah ke rumah sakit. Keluarga bisa tau setelah napi sudah sekarat. Hukum kita, seakan-akan diluar sana sudah bersih dengan efek jera penjarakan orang, padahal justru koruptor meraja lela bersenang-senang dengan penjaga pintu penjara.

1.1. Cuma Polisi Tidur

Sekali lagi, jika mau jujur, pelaku korupsi di negeri ini banyak yang sedang bersantai ria diluar sana. Dari tahun ke tahun silih berganti kerut dana tak sedikit. Namun tak pernah disentuh. Mungkin yang bersih hanyalah pucuk pimpinan yang sering berpindah tugas, selain polisi tidur, patung polisi dan mantan Kapolri, Hugeng. Sedangkan bawahan dan jaringannya, tak pernah tersentuh. Disini sudah jelas, mereka yang ditahan dan dipenjara, tentu orang-orang yang jujur dan polos, tidak mau kongkalingkong dengan petugas, tidak mau bersandiwara dengan pengacara dan hakim. Lebih aneh lagi, mereka mau merelakan dirinya menjalani proses hukum diatas kesalahan orang lain, bukan karena dia pelakunya.

1.2. Kejar Tokoh Papua?

Jaringan empuk sudah tertata rapi. Dulu kita hanya kenal inspektorat daerah. Lalu BPK dan polisi. Lalu muncul lembaga super bodi, KPK. Lalu muncul lagi Tipikor. Ini masih sedikit untuk berantas korupsi. Dulu, jaman Soeharto, ada 19 instruksi, 9 PP, 3 Undang-Undang berantas korupsi. Tetapi sama saja. Korupsi selalu saja terjadi dimana-mana menjamah seperti jamur dijaman aerkaekum, ia menyebar lewat pintu-pintu pasal yang ditetapkan dewan rakyat. Mau selipkan ayat Alquran dan Alkitab pun tetap akan sama sepanjang manusia tidak memahami antropologi korupsi dan Pancasila. Yang ada adalah, bagaimana menjerat tokoh-tokoh terbaik daerah seperti Bas Suebu, Irenius Adii dan Thomas Tigi. Saya yakin, suatu saat akan lahir lembaga peradilan yang didirikan oleh rakyat pribumi, karena tidak percaya sistem peradilan yang hanya menanti uang hingga nyawa manusia melayang seperti tikus mati dipinggir rumah.

Ketika saya ketemu pak Mende, mantan Kapolda Papua, atas kasusnya pak almarhum Thomas, kasus bupati Thomas sudah selesai. Hanya kurang pertanggung jawaban atas peristiwa GOR Nabire. Dihukum hanya 1setengah tahun. Jeda beberapa minggu, muncul lagi kasus baru, Thomas ditangkap dan dipenjarakan atas penipuan anggota KPU Provinsi waktu itu. Terakhir keluarga kaget dengan muncul berita kematian. Ironis memang penegakkan hukum di negara ini.

1.3. Perlu Jadwal?

Hingga saat ini, Indonesia belum memiliki regulasi yang mengatur soal jadwal penanganan sebuah kasus. Misalnya, kasus penodaan agama, setelah polisi terima pengaduan, mesti ada aturan, polisi harus bekerja berapa lama. Bila lima bulan, setelah itu barulah dilimpahkan ke kejaksaan. Bila aturan mengatakan kasus demikian disidangkan setelah 1 tahun, ya harus ikuti itu. Begitupun kasus pembunuhan, narkoba, korupsi, KDRT dan lain sebagainya. Seandainya Undang-Undang tentang ini ada, Ahok sudah tau kapan dirinya akan masuk penjara. Thomas pun sudah tau kapan dirinya akan dipindahkan. Tetapi, barang ini sengaja atau tak sengaja dipelihara pakar hukum dan menjadi lahan subur politikus dan penegak hukum di negara ini.

1.4. Basmi Penyelamat?

Bicara antropologi korupsi dalam negara Pancasila, bicara soal keluarga, partai dan tim sukses. Nia Daniati bernyanyi, rombongan ini datang dan pergi sesuka hatinya, pandai bersandiwara, korbankan teman, hanya gara-gara sehelai rupiah, lalu kemudian menghilang. Jahat sekali, negeri ini. Seakan-akan orang ini pernah basmi serumpun ras, lalu segala harta benda dihancurkan, terakhir nyawanya. Cuma Adolf Hitler yang memilih berprinsip ingin basmi Yahudi dan inginkan Jerman memimpin dunia lewat jalur kekerasan. Berkali-kali rumahnya dibom, tetapi Hitler selalu selamat. Vatikan klaim, iblis berdiri kokoh dibalik Hitler.

1.5. Jangan baca

Sekalipun demikian, Vatikan menang. Ia berhasil selamatkan ratusan turunan Nabi Isa yang kemudian memimpin dunia dalam berbagai peradaban penemuan bidang kesehatan, ekonomi, literatur, fisika dan pengobatan. Siapa tidak kenal tokoh perdamaian: 1911 – Alfred goreng, 1911 – Tobias Michael Carel Asser, 1968 – Rene Cassin, 1973 – Henry Kissinger, 1978 – Menachem Begin, 1986 – Elie Wiesel, 1994 – Shimon Peres, 1994 – Yitzhak Rabin. Dibidang fisika, 1905 – Adolph Von Baeyer, 1906 – Henri Moissan, 1907 – Albert Abraham Michelson, 1908 – Gabriel Lippmann,1910 – Otto Wallach, 1915 – Richard Willstaetter, 1918 – Fritz Haber, 1921 – Albert Einstein, 1922 – Niels Bohr, 1925 – James Franck, 1925 – Gustav Hertz, 1943 – Gustav Stern, 1943 – George Charles de Hevesy, 1944 – Isidor Issac Rabi, 1952 – Felix Bloch, 1954 – Max Lahir, 1958 – Igor Tamm, 1959 – Emilio Segre, 1960 – Donald A. Glaser, 1961 – Robert Hofstadter, 1961 – Melvin Calvin, 1962 – Lev Davidovich Landau, 1962 – Max Ferdinand Perutz, 1965 – Richard Phillips Feynman, 1965 – Julian Schwinger, 1969 – Murray Gell-Mann, 1971 – Dennis Gabor, 1972 – William Howard Stein, 1973 – Brian David Josephson, 1975 – Benjamin Mottleson, 1976 – Burton Richter, 1977 – Ilya Prigogine, 1978 – Arno Allan Penzias, 1978 – Peter Kapitza, 1979 – Stephen Weinberg, 1979 – Sheldon Glashow, 1979 – Herbert Charles Brown, 1980 – Paul Berg, 1980 – Walter Gilbert, 1981 – Roald Hoffmann, 1982 – Aaron Klug, 1985 – Albert A. Hauptman, 1985 – Jerome Karle, 1986 – Dudley R. Herschbach, 1988 – Robert Huber, 1988 – Leon Lederman, 1988 – Melvin Schwartz, 1988 – Jack Steinberger, 1989 – Sidney Altman, 1990 – Jerome Friedman, 1992 – Rudolph Marcus, 1995 – Martin Perl, 2000 – Alan J. Heeger.

Dibidang Ekonomi, orang Yahudi yang berjasa bagi dunia seperti 1970 – Paul Anthony Samuelson, 1971 – Simon Kuznets, 1972 – Kenneth Joseph Arrow, 1975 – Leonid Kantorovich, 1976 – Milton Friedman, 1978 – Herbert A. Simon, 1980 – Lawrence Robert Klein, 1985 – Franco Modigliani, 1987 – Robert M. Solow, 1990 – Harry Markowitz, 1990 – Merton Miller,1992 – Gary Becker, 1993 – Robert Fogel.

Seandainya dulu Hitler basmi bangsa Yahudi, umat manusia bingun mencari pengobatan medis yang bisa sembuhkan berbagai penyakit. Tokoh-tokoh Yahudi yang berhasil temukan macam-macam jenis obat seperti 1908 – Elie Metchnikoff, 1908 – Paul Erlich, 1914 – Robert Barany, 1922 – Otto Meyerhof, 1930 – Karl Landsteiner, 1931 – Otto Warburg, 1936 – Otto Loewi, 1944 – Joseph Erlanger, 1944 – Herbert Spencer Gasser, 1945 – Ernst Boris Chain, 1946 – Hermann Joseph Muller, 1950 – Tadeus Reichstein, 1952 – Selman Abraham Waksman, 1953 – Hans Krebs, 1953 – Fritz Albert Lipmann, 1958 – Joshua Lederberg, 1959 – Arthur Kornberg, 1964 – Konrad Bloch, 1965 – Francois Jacob, 1965 – Andre Lwoff, 1967 – George Wald, 1968 – Marshall W. Nirenberg, 1969 – Salvador Luria, 1970 – Julius Axelrod, 1970 – Sir Bernard Katz, 1972 – Gerald Maurice Edelman, 1975 – Howard Martin Temin, 1976 – Baruch S. Blumberg, 1977 – Roselyn Sussman Yalow, 1978 – Daniel Nathans, 1980 – Baruj Benacerraf, 1984 – Cesar Milstein, 1985 – Michael Stuart Brown, 1985 – Joseph L. Goldstein, 1986 – Stanley Cohen [& Rita Levi-Montalcini], 1988 – Gertrude Elion, 1989 – Harold Varmus,1991 – Erwin Neher, 1991 – Bert Sakmann, 1993 – Richard J. Roberts, 1993 – Phillip Sharp, 1994 – Alfred Gilman, 1995 – Edward B. Lewis, dan 1996 – Lu RoseIacovino.

1.6. Tak sulit

Kami tau, tak mungkin anda baca satu persatu daftar nama diatas, karena terlalu banyak dan membosankan. Namun Vatikan berjasa selamatkan Yahudi, selalu berperan mendamaikan jalur gaza dan kedamaian dunia.

Basmi koruptor pun tidak sulit bagi bangsa Yahudi. Cukup dua alat bukti ditangan Pilatus, koruptor ditangkap dan digantung ditengah jalan raya. Hakul yakin, hari ini juga Indonesia ada disamping Jepang, banyak pejabat kita mundur karena malu. Dari pada penjarakan orang tak berdosa tanpa efek jera yang sungguh sangat berarti bagi rakyat. Lantas orang kemudian kagum, teori Yahudi pun tak kejam, bisa selamatkan bangsa ini dari perampok berdasi.

Semoga bapak Thedi Kedeikoto, Natalis Kotouki, Celcius Watae, Frans Bida Bobi, dan bapak Thomas Tigi diterima disisi kanan Allah Bapa di surga dan keluarga dikuatkan. Amin.🔚

Facebook Comment


Previous Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment

keyboard_arrow_up