menu Menu
Siapa Manusia Pertama?
Topik ini sudah menjadi perhatian arkeolog dan geolog. Banyak fosil ditemukan sebelum kisah Nabi Adam muncul ( 6000 tahun Sebelum Masehi).
By admin Posted in Antropologia, Arkeologia, Eden Research, Filsafat, Geologia, Malaikat, Metafisika, Nabi, News, Science, Sejarah Dunia, Sejarah Marga, Sejarah Suku, Teologia, Tokoh Dunia, Tokoh Meuwo, Tokoh Papua, Touyelogia on August 13, 2018 0 Comments 10 min read
Mimpi Besar: Modio Areal Bersejarah dan Berziarah Previous Zonawi Maruf dan Uno Next

Siapakah Manusia Pertama?

Oleh Engelbertus Primus Degey

Siapakah manusia pertama? Memang masih menjadi perdebatan dimana-mana. Arkeolog dan geolog sekarang, sudah menemukan banyak fosil, bahwa sebelum Nabi Adam muncul (+ 6000 tahun SM) sudah ada banyak manusia yang telah hadir. Diantaranya adalah manusia purba yang muncul sebelum jaman Holosen (11.500 SM).

Menurut Ir Agus Miradi dalam bukunya Siapakah  Manusia  Pertama  Itu,[1] para ahli dan kaum Sufi asal Persia berpendapat bahwa Adam bukan manusia pertama.  Masih ada Adam-Adam lain yang sudah diciptakan jauh sebelum itu,  yaitu termasuk diantaranya manusia purba.  Sebut saja, Muhyiddin Ibnu Arabi,  seorang sufi besar pernah mengatakan bahwa ada sabda Rasulullah yang antara lain mengatakan: ”Allah telah menjadikan tidak kurang dari seratus ribu Adam”  (Futuhat Makkiya,  II,  hlm.  607).[2] Oleh karena itu,  kemungkinan besar Adam yang dimaksud Alkitab dan Alquran selama ini adalah moyangnya bangsa Israel yang ditulis oleh nabi Musa.  Sementara nama sebenarnya dari manusia pertama yang ditempatkan dalam taman Eden menjadi misterius sejalan dengan hilangnya taman Eden.

Kejadian 1:26-28: Manusia Purba?

Berfirmanlah Allah: ”Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,  supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi”.  Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar Allah  diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.  Allah memberkati mereka,  lalu Allah berfirman kepada mereka: ”Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu,  berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:26-28).

Apakah Kejadian 1:26-28 ini mengarah kepada penciptaan manusia purba yang hadir pada zaman Pleistosen bawah dan Pleistosen atas? Manusia purba yang saya maksud adalah seperti Sahelanthropus Tchadensis,  Tugenensis,  Ardipithecus Kadabba,  Ardipithecus Ramidus,  Australopithecus Anamensis,  Australopithecus Afarensis,  AustralopithecusBahrelghazali,  Australopithecus Africanus,  Australopithecus Garhi,  Paranthropus Aethiopicus,  Paranthropus Boisei,  Paranthropus Robustus,  Kenyanthropus,  Kenyanthropus Platyops,  Habilis,  Homo Rudolfensis,  Homo Georgicus,  Homo Erectus,  Homo Cepranensis,  Homo Atecessor,  Homo Heidelbergensis,  Homo Rhodesiensis,  Homo Neanderthalensis,  Homo Sapiens Idaltu,  Homo  Sapiens (Cro-Magnon),  Homo Sapiens Sapiens,  Homo Wajakensis,  Homo Soloensis,  Homo Floresiensis,  Pitecanthropus Erectus,  Megantrophus Paleojavanicus,  dan lain-lain.

Bagaimana dengan Kejadian 4:15: Firman TUHAN kepadanya: ”Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain,  supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.

Siapakah yang akan membunuh Kain? Apakah Adam atau ibundanya,  Hawa? Yang jelas ada manusia lain selain tiga orang ini.

Bagaimana dengan Kejadian 4:17:  Kain bersetubuh dengan istrinya dan mengandunglah perempuan itu,  lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh,  menurut nama anaknya.

Siapakah istri Kain? Asal dari mana? Apakah ia anaknya Adam? Yang jelas,  ada manusia lain selain Adam,  Hawa dan Kain.

Bagaimana dengan Kejadian 6:4:  Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi,  dan juga pada waktu sesudahnya,  ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia,  dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala,  orang-orang yang kenamaan.

Ayat ini amat jelas nabi Musa mengakui adanya manusia purba yang bertubuh kekar dan raksasa.  Dan,  Kejadian 6:5-22:  Tuhan Allah berencana memusnahkan manusia-manusia purba itu dan memerintahkan kepada nabi Nuh untuk mempersiapkan perahu agar keluarganya dan binatang pilihan-Nya selamat dari air bah yang maha dahsyat.

Kejadian 2:7: Manusia Normal?

Bunyi ayat Kejadian 2:7: Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan napas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Mohon shering anda tentang pertannyaan-pertanyan berikut ini.

Apakah ayat ini mengarah kepada penciptaan manusia normal pertama?  Dimanakah lokasi pembentukan manusia itu dan dimanakah letak tempat pemberian napas kepada manusia pertama? Musa tidak menulis dimana letaknya.  Nabi Musa juga tidak menulis nama Adam sebagai manusia pertama,  tetapi hanya menyebut MANUSIA ITU.  Siapakah manusia itu? Diakah Adam yang dibentuk dengan debu tanah? Mengapa nabi Musa tidak langsung menulis: ”TUHAN Allah membentuk Adam dari debu tanah dan menghembuskan napas hidup kedalam hidungnya?”

“Manusia itu”  diciptakan sebelum pembuatan taman Eden.  Artinya,  kisah taman Eden diceritakan ayat 8 dan seterusnya,  sedangkan pembentukan manusia normal diceritakan pada ayat 7 ini.   Jika kita tafsirkan berdasarkan pemahaman Mazmur 90:4 dan 2 Petrus 3:8,  ditambah lagi dengan data arkeologi dan geologi diatas,  maka apakah ”manusia itu”  diciptakan berjuta-juta tahun sebelumnya,  barulah setelah itu TUHAN Allah membuat taman Eden sesuai rencana-Nya untuk menempatkan manusia pilihan-Nya kedalam taman Eden yang dibuat-Nya? Hal ini harus menjadi perhatian penting karena penulis Kitab Genesis,  nabi Musa tidak mungkin menambah atau mengurangi kata atau informasi yang ia terima dari malaikat utusan Tuhan yang membimbingnya ketika menulis Kitab Kejadian,  Kitab Keluaran,  Kitab Bilangan,  dan Kitab Ulangan.

Nama Adam sesungguhnya muncul setelah kedua manusia pertama itu diusir dari taman Eden.  Tepatnya usai Kain membunuh Habel (Kej. 4 ayat 25).  Sedangkan nama Hawa muncul setelah kedua manusia pertama itu jatuh dalam dosa.  Apakah Adam yang ini moyangnya bangsa Israel,  sehingga nabi Musa sengaja memunculkan Adam hanya untuk meluruskan keturunan bangsa Israel?

Berdasarkan fakta sejarah,  bukti-bukti geologi dan arkeologi,  dapat diketahui bahwa kisah Genesis baru berumur 6000 tahun lalu (pertengahan Holosen).  Jauh sebelum itu,  banyak sekali suku bangsa di dunia yang sudah menghuni muka bumi ini.  Moyang Papua sudah menyebarkan kapak lonjong 5000 tahun sebelum kisah Adam ditulis.  Orang Sumatra sudah menyebar ke negeri seberang dengan kapak persegi dan  pebble.  Mereka sudah menetap di Abris Sous Roche (goa-goa),  banyak sampah dapur ditemukan di wilayah itu.  Lalu,  siapakah” manusia itu”  dalam kitan Genesis? Apakah moyangnya Israel,  moyangnya orang Batak,  atau moyangnya orang Papua?

Jikalau manusia pertama dibentuk dengan debu tanah di Mesopotania,  lalu bagaimana kedua manusia itu melahirkan moyang ras Kushoid,  ras Negroid,  ras Kaukasoid,  ras Mongoloid,  ras Australoid,  ras Weddoit,  dan ras Melanesoid? Karena menurut Alfred Russel Wallace,  setiap makhluk hidup berkembang menurut jenisnya; Cecak tidak bisa berubah menjadi Kadal,  Kadal tidak bisa berubah menjadi Soa-Soa,  dan Soa-Soa tidak bisa berubah menjadi Buaya.  Kera pun tidak bisa berubah menjadi manusia.  Jikalau ada,  pasti zaman sekarang kita bisa melihat binatang yang sedang berubah menjadi jenis yang lain.  Kecuali kawin campur,  pengaruh lingkungan,  cuaca (Wallace:  seleksi alam).  Atau TUHAN Allah menciptakan tujuh orang sekaligus yang kemudian menjadi moyang dari ketujuh ras manusia tersebut.  Sebab tidak mungkin nabi Adam dari ras Kaukasoid melahirkan ras Kushoid,  ras Negroid,  ras Melanesoid yang sudah ada jauh sebelumnya.  Kalau ada,  tunjukkan dan buktikan sejarahnya pada penulis.

Peristiwa Babel adalah peristiwa ”kemarin”.  Artinya peristiwa Babilonia ini terjadi setelah hadirnya nabi Adam (sekitar 6000 sm)  atau tepatnya setelah peristiwa air bah yang menyelamatkan keluarga Nuh dan pasangan-pasangan binatang (sekitar 5000 sm).  Tujuan TUHAN Allahmenurunkan air bah adalah ingin membasmi manusia-manusia purba yang badannya raksasa dan melakukan banyak kekejaman,  kekerasan pada waktu itu (Kej.  6:4).  Tetapi rupanya bila membaca ayat-ayat ini dengan saksama,  manusia turunan Adam juga terlanjur kawin dengan perempuan turunan manusia-manusia raksasa itu.  Dengan demikian,  kemungkinan besar,  menara Babel ini didirikan oleh keturunan manusia jenis Neanderthal yang ikut selamat dalam perahu nabi Nuh.  Murka Tuhan turun,  dan guntur kilat menghancurkan menara itu,  sehingga manusia-manusia Babel” dipindahkan”  ke berbagai negeri dan muncul bahasa-bahasa baru.  Secara geologi,  peristiwa air bah sukar dibuktikan,  kecuali cairnya es kutup yang memisahkan Papua dan Australia,  atau Sumatra dan Jawa (kurang lebih 11.000 SM).  Tak ada bukti sejarah suku-suku di dunia yang menghubungkan dengan peristiwa Babel.  Dengan demikian,  kemungkinan besar,  peristiwa Babel terjadi hanya di lingkup suku bangsa Kaukasoid saja.  Bisa saja,  peristiwa Babel merupakan cikal bakal lahirnya bangsa Yahudi,  Filistin,  Yunani,  Mesir,  Iran,  Iraq,  Rusia,  Inggris,  dan seterusnya.

Jika kita perhatikan persebaran ras Austro-Melanesoid,  selain berada di benua Australia (Aborijin),  Papua New Guinea,  Papua,  dan sejumlah pulau di Melanesia,  ras inipun tersebar di wilayah India dan ada beberapa di Malaysia dan Sumatra (Silalahi).  Apakah ini karena tanah Papua,  Australia,  dan India pernah bersatu sebelum zaman Kapur (Gondwana)  sehingga manusia yang berada di atas wilayah ini terikut dalam proses pergerakan lempeng? Namun hal ini tidak mungkin terjadi,  karena menurut bukti arkeologi,  manusia purba saja muncul di zaman Pleistosen (200 juta tahun kemudian dari zaman Kapur),  dan manusia modern muncul di zaman Holosen.  Terdapat jarak yang panjang antara zaman Kapur/Kretazous dan Era Quarter (Pleistosen dan Holosen).  Jikalau demikian,  apakah ras ini menyebar menggunakan perahu? Inipun tidak ada bukti sejarah dalam sejarah arkeologi,  karena hasil karya bangsa Papua hanya tersebar di wilayah Maluku,  Filipina hingga Jepang.  Jalur persebaran artefak ini berbeda dengan jalur keberadaan ras Melanesoid.  Lalu muncul pertanyaan:  jika tidak ada hubungan persebaran arkeologi dan penyeberangan perahu,  mengapa ras yang sama berada di India,  Melanesia dan Australia?Apakah karena dulu pernah menjadi satu daratan sehingga dari jenis tanah yang sama TUHAN Allah membentuk manusia itu dari tanah mereka masing-masing? Artinya moyang India diciptakan dari tanah India,  moyang Aborijin dibentuk dari tanah Australia,  dan moyang Papua dibentuk dari tanah Papua sendiri?

Bagaimana dengan istilah IRIAN yang mengandung arti:  ‘saya ini atau bangsa ini [dibentuk] dari [debu] tanah panas  yang tinggi derajatnya dari makhluk hidup lain [karena memiliki akal budi]sebagaimana telah saya artikan pada bagian ketiga buku iniApakah Kejadian 2:7 ini nabi Musa menulis untuk moyang orang Papua yang dulunya dipanggil IRIAN?Apakah bangsa Papua adalah bangsa pilihan Tuhan sehingga TUHAN Allah sendiri memilih tanah Papua sebagai tempat tinggal-Nya?

Apa hubungan bahasa Arab yang mengatakan IRIAN artinya telanjang? Apakah karena yang tertinggal dinamai IRAN dan IRAQ,  lalu yang dipindahkan ke taman Eden dinamai si telanjang atau IRIAN?

Mengapa disebelah timur dari Egaidimi ada dua kampung yang bernama Ekimani dan Ekimanida yang mengandung arti” tempat TUHAN Allah menghembuskan napas kepada manusia partama” ? Apakah dulu,  TUHAN Allah melayang-layang di udara membawa datang manusia pertama itu dari IRAN-IRAQ dan sebelum menempatkannya di Egaidimi,  TUHAN Allah menghembuskan napas ke hidung manusia pertama itu di kampung Ekimanida?

Apakah orang yang dipindahkan dari barat itulah yang dimaksud Deleme (Migani),  Delame (Wodani),  Delome (Ughunduni),  dan Delemop (Dani/Lani/Parim),  Degeme (Mee)  lalu orang itu mempunyai seorang mama yang bernama PUPU PAPA atau penghembus bercahaya?

Bagaimana pula hubungan dengan istilah Kapauku (Manusia yang diikat dalam doa Kabo Duwai dalam perahu), Kunuku dan Kuri (manusia yang mengembara ke arah utara),  Kapauwee (manusia pembuat perahu),  uKuwe (manusia yang hidup dengan perahu),  dan Kapauiri (manusia pesisir Kaimana)? Bagaimana juga dengan hubungan kisah  Maluku? Apakah zaman dulu,  keluarga ini pernah bersatu lalu sejalan dengan bertambahnya manusia,  ada yang ke utara,  ada yang ke timur,  barat dan selatan dari pusat pegunungan tanah Papua?

Mengapa sejarah keturunan umat manusia hanya jelas bagi bangsa Israel? Mengapa sejarah keturunan bangsa lain di dunia tidak pernah jelas hingga saat ini? Apakah karena moyang suku-suku bangsa di dunia menolak kehadiran Tuhan dan hanya moyang bangsa Israel yang menerima TUHAN dan setia mengikuti perintah-perintah-Nya?

=========================

Penulis ialah Seniman dan Budayawan, Peneliti di Garden of Eden Project Research (1996-2018). Redaksi Papuapos Nabire dan Swarapapua.com.

=========================

[1]       Agus Miradi,  Siapakah  Manusia  Pertama  Itu,   Yayasan Tunas Daud,  2000,  hlm. 82, 85.

[2]       Baca juga pandangan H.  Miftahuz,  Zaman Aneka dalam MISTERI,  Edisi 5-19 Desember 2001,  hlm. 86 dalam judul ”Adam Bukan Manusia Pertama Ciptaan Allah”.

Facebook Comment


Previous Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment

keyboard_arrow_up