menu Menu
Bangunan Misionaris Belanda, Masih Kuat Hingga Hari Ini
          Contohnya adalah Kantor Dekanat dKimaam Merauke sebagai tipe rumah yang dibangun oleh Tukang Missi pada bulan Pebruari 1963, tetapi bangunannya masih kuat hingga hari ini.
By admin Posted in Historia, News, Sejarah Papua on August 19, 2018 0 Comments 1 min read
Mengenang Guru Pius Tekege, Tokoh Perintis Pendidikan di Pegunungan Bintang Previous Ini Alasan Prabowo Tidak Memilih Somat Menjadi Cawapres Next

Tukang Misionaris Belajar Secara Alamiah dan Bangun dari Bahan-Bahan Alam Papua

Oleh: Eman Petege Kerom

Model rumah yang dibangun oleh para Tukang Missi didikan Mossionaris Belanda di Tahun 1960-an masih awet sampai detik ini. Contoh anda bisa lihat di Timika, Jayapura, Nabire dan kota-kota tua di tanah Papua.

Kalau dibilang tukang misi teringat sekali di kampung kampung yang terpencil, disana kita akan menjumpai bentuk rumah yang beda seperti pada umumnya perumahan di kota.

Siapa kah tukang Missi itu? Mereka adalah orang-orang yang hanya tamatan sekolah rakyat, Sekolah Dasar (SD) bahkan ada yang masih buta huruf, buta baca dan buta tulis.

Namun jangan dikira orang kampung  tidak bisa apa-apa. Sebab mereka membangun rumah berlantai 2,3 pun bersedia kalau dipercayakan. Mereka tidak melalui teori yang banyak rumusnya itu. Semakin banyak teori, bikin bingun tukang. Cukup natural, dikastau berapa tingkat, jadilah bangunan.

Mereka tidak begitu butuh lewat pendidikan formal tetapi para Para Missionaris mengajarkan mereka ilmu Geometri dan Aritmatika melalui praktek dalam waktu 6 – 12 bulan.

Dengan dasar ilmu ukur mengukur dan ilmu hitung menghitung ini mereka mendirikan rumah sebesar Gereja sekali pun dan memang jangan heran kwalitasnya bisa bertahan sampai setengah Abad lebih, walau pun kontruksi vondasinya bukan besi beton, baja dan semen.

Bahan dasar dari fondasi sampai bantalan atap hanya kayu saja, baik itu kayu buah, balok maupun papan. Contoh dalam berita ini, yaitu Kantor Dekannat di Kimaam Merauke sebagai salah satu contoh tipe rumah yang dibangun oleh Tukang Missi pada bulan Pebruari 1963.

Foto Dok : Antoon Egging. Dilaporkan kembali oleh Eman Petege, Kerom.

Facebook Comment


Previous Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment

keyboard_arrow_up