menu Menu
Jangan Melihat Sebatas Jokowinya
Santri Kalong : Apa yang Kang Mat maksudkan dengan melihat yang tak terbatas dibalik Jokowi.
By admin Posted in Abdul Munib on August 27, 2018 0 Comments 3 min read
Menyoal Bilangan Angka 666 Previous Bukan yang ini Tapi itu Next

Jangan melihat sebatas Jokowinya

Oleh: Abdul Munib

Ketika Mahfud MD melihat sebatas Jokowi Presiden dan Wapresnya ia tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia bahkan nurut saja ketika Karni Ilyas menawarkan ILC untuk membahas dirinya.

Kang Mat : Jokowi Itu terbatas. Kita harus mampu melihat yang tak terbatas di balik Jokowi.

Santri Kalong : Apa yang Kang Mat maksudkan dengan melihat yang tak terbatas dibalik Jokowi.

Kang Mat : Kita ini negara berfalsafah Ketuhanan yang maha esa. Dan kemanusiaan yang adil dan beradab. Ini pandangan dunia seluruh nabi : mengenal Tuhan dan menegakkan keadilan diantara sesama manusia. Inilah poros dari revolusi Indonesia. Sama dengan revolusinya Islam. Siapapun bertujuan ke sini, termasuk Jokowi ia berada dalam satu gerak besar melanjutkan revolusi para nabi yang belum selesai. Yang selesainya dijanjikan pada surat An Nashr nanti. Makanya dalam sila kedua Sukarno memberi warna internasionalisasi. Revolusinya umat manusia yang menuju porosnya yakni pandangan dunia Ketuhanan melawan pandangan dunia Anti-Tuhan. Sejak pertamanya dunia selalu berhadap-hadapan begini sampai sekarang. Bahkan perang akhir nanti juga pelakunya dua kubu itu.

Santri Kalong : Berarti kita tidak bisa melihat sebatas Jokowi saja.

Kang Mat : Kalau kita hanya mampu melihat sebatas itu, nanti pasca Jokowi kita akan kehilangan pegangan. Seolah pemimpin terbaik sudah habis stoknya. Tidak ada kesinambungan. Karena kita sangat bergantung pada kebijakan pemimpin yang baik. Kita harus punya konsep dan sistem yang kuat sebagai turunan dari Falsafah Pancasila. Kita memilih Jokowi karena dia yang lebih dekat dengan substansi Pancasila.
Bukan karena Jokowi sebagai individu.

Santri Kalong : Indikator apa yang menunjukan Jokowi lebih dekat kepada poros substansi Pancasila ?

Kang Mat : Dia banyak memahami Indonesia dan tahu apa yang harus dia lakukan. Konsepnya memimpin adalah melayani. Bukan aji mumpung. Anak-anaknya tidak main proyek. Kerja kerasnya sudah nampak, tiga ratus bendungan lebih bagi petani adalah makan. Ia panglima di delapan medan pertempuran asimetris yang dilancarkan imperium kapitalis global.

Santri Kalong : Apa yang masih belum terjangkau oleh Jokowi. ?

Kang Mat : Banyak. Mental birokrat dan ASN kita masih korup, di provinsi, kabupaten dan desa. Mereka menghabiskan anggaran tanpa tujuan. Yang penting habis, dapat komisi dan administrasi tidak ada celah hukum. Keadaan ini membuat sumber daya APBD tidak berkontribusi mensejahterakan rakyat. Belum ada satu gerakan kesadaran massal untuk membaca metoda pembangunan yang strategis. Gerakan budaya di masyarakat semakin menipis karena dari hulu ke hilir terpaku metode projek. Menggencarkan tradisi keilmuan Filsafat Pancasila sebagai landasan ideologi dan sistem politik yang tepat. Partai yang tidak mengajar konstituennya ideologi Pancasila tutup saja.
Revolusi mental harus dimulai dari gerakan budaya diperkuat kebijakan politik. Walhasil Presiden selain fungsi eksekutif , juga duduk bersama para integrator gerakan budaya. Kokohnya ideologi dan politik akan meniscayakan kokohnya ekonomi.

Santri Kalong : Bagaimana cara melihat zaman ini dan sejauh mana peluang-peluangnya ?

Kang Mat : Ini era perubahan. Kekuatan imperium kapitalis akan tumbang. Karena sekarang murahnya ilmu dan teknologi, permodalan, pemasaran mudah, produksi makin mudah, perusahaan distribusi hancur. Hanya saja masyarakat membutuhkan pemimpin integrator, inspirator dan motifator di tengah mereka. Tagendong kemana-mana.

Angkringan Filsafat Pancasila

Facebook Comment


Previous Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment

keyboard_arrow_up