menu Menu
Uskup Romero Diangkat Menjadi Orang Suci
Pengangkatan Romero sebagai orang suci berdasarkan tradisi Katolik karena jasanya sebagai pelindung kaum miskin dan sebagai pahlawan hak asasi manusia di Amerika Latin.
By admin Posted in Historia, Religion on October 19, 2018 0 Comments 3 min read
Bupati Dogiyai Letakan Batu Penjuru Perdamaian Meuwo Previous N Next

Oscar Romero, Uskup Agung dari El Salvador yang ditembak 1980 diangkat sebagai “orang suci” dalam upacara kanonisasi oleh Paus Fransiskus pada 14 Oktober 2018. Pengangkatan ini diberikan kepada Paus Paulus VI.

Pengangkatan Romero sebagai orang suci berdasarkan tradisi Katolik karena jasanya sebagai pelindung kaum miskin dan sebagai pahlawan hak asasi manusia di Amerika Latin. Semasa hidupnya, Romero sangat konsisten dalam menyuarakan perlawanan terhadap penindasan, dan kekerasan pada saat civil war di Salvador. Romero ditembak ketika sedang berkotbah dalam sebuah gereja oleh beberapa pemuda pengikut sayap kanan Roberto D’Aubuisson pada 1980.

Proses pengangkatan sebagai orang suci ternyata sempat terhenti pada kepemimpinan Benediktus XVI dan Johanes Paus Paulus II karena dianggap kisah hidup Romero sarat dengan muatan poltik. Pencalonan Romero sebagai orang suci ini kembali terbuka setelah di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus, dia kembali dicalonkan sebagai orang suci. Sebelumnya, Romero terlebih dahulu dinyatakan sebagai Beato (yang diberkati) pada 2015 di San Salvador.

Kardinal Jose Gregorio Rosa Chavez dari El Salvador dan uskup lainnya dari negara itu meminta Paus Fransiskus untuk merayakan upacara kanonisasi atau pengangkatan seseorang menjadi orang suci di El Salvador, kota asal Romero.

“Kami meminta ini sebagai wujud mendekatkan orang miskin yang telah dibelanya untuk dekat dengan pendeta mereka. Namun, jika ini tidak mungkin, kami memohon Paus untuk mengunjungi makam Romero dalam perjalanan ke Panama, ”kata Chavez seperti dikutip dari Reuters.

Beberapa pihak berharap jika upacara tidak dilangsungkan di El Salvador, maka dapat diselenggarakan di Panama, pada Januari 2019. Tahun itu bertepatan dengan acara kunjungan Paus Fransiskus ke salah satu festival pemuda di sana.

Óscar Arnulfo Romero y Galdámez (lahir 15 Agustus 1917 – meninggal 24 Maret 1980 pada umur 62 tahun) adalah seorang prelatus Gereja Katolik di El Salvador, yang menjabat sebagai Uskup Agung San Salvador. Ia berbicara terbuka melawan kemiskinan, ketidakadilan sosial, pembunuhan, dan penyiksaan. Pada 1980, Romero dibunuh saat sedang Misa di kapel Rumah Sakit Providensi Ilahi.

Saat beatifikasi Romero, Paus Fransiskus menyatakan bahwa “Pelayanannya khas karena perhatian menonjol terhadap kaum papa dan terpinggirkan.”

Dihormati sebagai pahlawan oleh para pendukung teologi pembebasan yang terinspirasi oleh karyanya, menurut biografernya, Romero “tak meminati teologi pembebasan” namun teguh mengikuti ajaran Katolik tentang pembebasan dan opsi prefensial terhadap kaum papa, menganggap revolusi sosial berdasar pada reformasi dari dalam. Meskipun dipandang sebagai konservatif sosial saat ia dilantik menjadi Uskup Agung pada 1977, ia sangat termenung terhadap pembunuhan Rutilio Grande yang terjadi beberapa pekan setelah pelantikannya sendiri dan lebih menjadi aktivis sosial pada masa berikutnya.

Pada 2010, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa memproklamasikan 24 Maret sebagai “Hari Internasional bagi Hak untuk Kebenaran terhadap Kekerasan Hak Asasi Manusia dan Dignitas Korban-korban” dalam menghargai peran Uskup Agung Romero dalam membela hak asasi manusia.

Romero aktif mengutuk kekerasan hak asasi manusia dari orang-orang yang dimuliakan dan membela prinsip-prinsip perlindungan nyawa, mempromosikan dignitas manusia dan melawan seluruh bentuk kekerasan.

Pada 1997, Paus Yohanes Paulus IImemberikan gelar Pelayan Allah kepada Romero, dan sebab beatifikasi dan kanonisasi dibuka baginya. Sebabnya dibekukan, namun dibuka lagi oleh Paus Benediktus XVI pada 2012. Ia dideklarasikan menjadi martir oleh Paus Fransiskus pada 3 Februari 2015, dalam rangka beatifikasinya yang diadakan pada 23 Mei 2015.

Kelompok-kelompok gereja Amerika Latin sering memproklamasikan Romero menjadi santo pelindung tak resmi dari benua Amerika dan/atau El Salvador; umat Katolik di El Salvador sering menyebutnya “San Romero”. Di luar Katolik, Romero dihormati oleh denominasi-denominasi Kristen lainnya yang meliputi Gereja Inggris dan Komuni Anglikan melalui Kalender Penyembahan Umum, serta setidaknya pada kalender liturgi Lutheran.

Uskup Agung Romero juga merupakan salah satu dari sepuluh martir abad ke-20 yang digambarkan dalam patung-patung di atas Great West Door, Westminster Abbey, London. Pada 2008, majalah A Different View yang berbasis di Eropa mencantumkan Romero sebagai salah satu dari 15 Juara Demokrasi Dunia-nya. (N)

Facebook Comment


Previous Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment

keyboard_arrow_up