menu Menu
Bupati Dogiyai Letakan Batu Penjuru Perdamaian Meuwo
By admin Posted in Historia, News, Religion, Swara Papua on October 24, 2018 0 Comments 1 min read
Asal Usul Perahu Kecil yang Dinamai Kano Previous Uskup Romero Diangkat Menjadi Orang Suci Next

Beberapa Kawasan Khusus Akan Ditetapkan Dalam Perda

Laporan Frans Tekege / Papuapos Nabire

MODIO – Bupati Kabupaten Dogiyai, Yakubus Dumupa mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai akan menetapkan dua kawasan khusus agar ditangani secara khusus berdasarkan spesifikasinya. Dua kawasan tersebut akan ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) dalam tahun ini.

Dua kawasan tersebut masing-masing kawasan areal sejarah dan ziarah wisata rohani di Modio, Distrik Mapia Tengah dan kawasan khusus budaya di Makewa, Distrik Kamu Utara.

Bupati Dumupa dalam sambutannya pada peringatan perdamaian dan misa pertama se kawawan Meuwodide dan Migani di Kahihooepa, Tugooepa, Modio, Kamis (18/10) mengatakan pihaknya akan mengacukan rancangan kawasan khusus tersebut kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai dalam tahun ini.

Menurut Bupati Dumupa, dengan ditetapkannya dua kawasan khusus melalui Perda berarti Pemkab sudah punya landasan hukum untuk merencanakan kegiatan dan mengalokasikan dana lewat anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) setiap tahun anggaran.

Oleh sebab itu, Bupati Dumupa mengatakan untuk penataan dan pembangunan di kawasan khusus areal sejarah dan ziarah wisata rohani di Modio misalnya, akan dibangun secara bertahap, tidak sekaligus dalam satu tahun anggaran.

Untuk menata kawasan sejarah dan ziarah wisata rohani di Modio, dalam sambutannya Bupati Dumupa meminta masyarakat untuk membuat grand master planning Kampung Modio dengan titik-titik sejarah yang ada untuk dilestarikan dan dikembangkan agar nantinya menjadi obyek wisata rohani di daerah Meuwodide dan Kabupaten Dogiyai khususnya.

Menindaklanjuti himbuan Bupati Dumupa, usai rapat panitia local untuk pembangunan monument perdamaian di Kadihooepa-Tugooepa, panitia telah mengukur areal bersejarah tersebut, Warga Tani, Yopi Tekege yang memiliki lahan kopi di sekitar areal tersebut bersedia melepaskan lahan demi kepentingan besar ini. *

Facebook Comment


Previous Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment

keyboard_arrow_up