menu Menu
0 articles filed in
Sorotan Khusus
Previous page Next page Next page

Zonawi Maruf dan Uno

Bila Jokowi menang,  jelas dia akan lanjutkan pembangunan listrik dan infrastruktur jalan, juga lapangan terbang. Pengusaha menengah keatas akan terbantu, ekonomi menengah kebawah semakin mundur sekalipun infra jelas berpengaruh bagi tumbuhnya ekonomi keluarga, pendidikan dan juga pelayanan kesehatan.

Zonawi atau Tonawi Ma’ruf VS Sandiaga Uno Oleh Engelbertus Primus Degey Kali ini kita tidak bicara Jokowi dan Prabowo. Dua tokoh yang tak pantas bertarung, kanera konotasi bertarung, kedua belah pihak harus emosional, berang dan bila perlu bawa senjata “baku hajar”. Ini tidak. Prabowo berlatar militer berhati super,  dan Jokowi, pengusaha biasa yang ditunjuk Megawati […]

Continue reading


Noken, Ikat, dan Wainai

Bertemu guru, hendaklah kita merendah. Bertemu pimpinan, hendaklah kita merebah. Menghadap Tuhan, pejamkan mata, tapi jangan berlama, tak bisa kembali. Laporlah sesuai perbuatan, sebab Ia maha tahu.

Noken, Ikat dan Wainai Oleh: Engelbertus P Degey Kujemput kau seperti raja, tulang belakang patah-patah. Beristirahat di kamar mewah, agar kelak tak beristri jahat. Engkau manusia beruntung, Nueng Kampret, manusia kolot, sombong wajah, badai baiduri, tara tau ukur diri. Bertemu guru, hendaklah kita merendah. Bertemu pimpinan, hendaklah kita merebah. Menghadap Tuhan, pejamkan mata, tapi jangan […]

Continue reading


Sinyal dari Pilihan Cawapres

Menurut Kang apa yang harus dilakukan Jokowi pada periode ke dua yang bisa dilihat dari pilihan Cawapres yang ia jatuhkan ke siapa ?

#Sinyal dari Pilihan Cawapres Noken, Ikat dan Wainai Kujemput kau seperti raja, tulang belakang patah-patah. Beristirahat di kamar mewah, agar kelak tak beristri jahat. Engkau manusia beruntung, Nueng Kampret, manusia kolot, sombong wajah, badai baiduri, tara tau ukur diri. Bertemu guru, hendaklah kita merendah. Bertemu pimpinan, hendaklah kita merebah. Menghadap Tuhan, pejamkan mata, tapi jangan […]

Continue reading


Ibu Hagar, Wakil Rakyat yang Peduli Mahasiswa Papua

Hagar Maday ialah sosok wanita Papua yang punya kepedulian dibidang Pendidikan,  Kewanitaan dan Seni Budaya. Ia ialah sosok wanita suku Mee yang telah membangun asrama mahasiswa untuk menampung tanpa pandang asal.

Ia Membangun Asrama Dua Tingkat Untuk Tampung Mahasiswa di Jayapura Seorang tokoh mahasiswa di Jayapura, Mardy Dimi, terkesan dengan upaya ibu Hagar Maday membangun dan menampung mahasiswa yang kuliah di Jayapura. Kesannya ditulis di wall facebook, awal Agustus 2018 ini. “Ibu ini sangat luar biasa dan saya bangga atas perjuangannya selama menjabat sebagai Anggota DPR […]

Continue reading


Mama-Mama Amber (1)

Potret Hidup Dipinggiran Pasar

Potret hidup mereka tak banyak dipantau dunia kampus,  khususnya di negeri-negeri perantauan. Tak banyak abstraksi ilmiah merangkum kesetian seorang mama amber membangun ekonomi keluarga. Setia, “anti harta”, mencintai hal-hal kecil dan sederhana,   jatuh bangun bersama suami dan pintar kelolah berbagai masalah, termasuk keuangan.  Ini kisah nyata Dra Mini Marwan yang bermimpi menjadi guru besar […]

Continue reading


Mama-Mama Amber (2)

Potret Hidup Dipinggiran Pasar

Halaman 4, Mini Marwan masih menulis kisahnya waktu sekolah dasar. Kali ini ia angkat kisah temannya Gerson Tipagau dari Uwadio gunung hendak kesekolah dengan guru sejarahnya, Petrus Dumatubun. Gerson ialah anak kepala batu, tidak mau teman lain maju. Ia egois dan maunya menang sendiri. Sering menghalangi niat baik teman dan merampas sekalipun bukan miliknya. Ia […]

Continue reading


Amerika Dibangun Dengan Kekayaan Alam Papua

Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya.

Tahukah Anda ternyata sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika saat ini ternyata adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas Papua? Benar. Freeport adalah lahan sangat empuk bagi segelintir pejabat, para jenderal dan juga para politisi busuk negeri ini, yang menikmati hidup bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Sungguh, mereka ini tidak lebih baik dari seekor […]

Continue reading


1962: Brasil Pertahankan Gelar

"Kami tidak memiliki apa-apa, sehingga kami harus menjadi tuan rumah Piala Dunia," demikian pernyataan Dittborn, yang membuat FIFA trenyuh dan akhirnya menjatuhkan pilihan Chili sebagai tuan rumah.

PADA kongres FIFA tahun 1956 di Lisbon, Portugal, ada tiga negara yang secara resmi mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 1962. Argentina, Chili, dan Jerman Barat, menyatakan kesediaan mereka untuk menyelenggarakan turnamen sepak bola antar-negara tersebut. Jerman Barat menjadi negara pertama yang “tersingkir”, karena hampir semua peserta kongres tidak sepakat jika Piala Dunia […]

Continue reading


1958: Pele Mengentak Dunia

Di ajang ini, muncul sosok baru bernama Pele, yang menghentak dunia. Pemain Brasil ini sangat menarik perhatian karena aksi-aksinya yang menawan. Sempat absen di pertandingan pertama, Pele mulai membuat kejutan ketika membawa Brasil menahan imbang Inggris dengan skor 0-0.

PIALA Dunia 1958 masih tetap berlangsung di Eropa, dan Swedia mendapat kehormatan untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah. Di sini pula, turnamen empat tahunan ini diliput oleh televisi dan disiarkan secara internasional. Format kompetisi pun berganti lagi. 16 tim dibagi dalam empat grup seperti pada tahun 1954, tetapi sekarang semua tim yang tergabung dalam satu […]

Continue reading


1954: Pembalasan Jerman Barat

Di Piala Dunia ini, yang untuk pertama kalinya terselenggara di Eropa setelah Perang Dunia II, Hungaria menjadi kekuatan baru yang sangat diperhitungkan.

SWISS mendapat kehormatan sebagai tempat penyelenggaraan Piala Dunia kelima, dan ajang ini juga menjadi puncak ulang tahun ke-50 markas FIFA yang berada di Zurich. Negera ini telah mendapat jaminan turnamen sepak bola antar-negara tersebut usai kongres perang dunia pertama 1946, dan mereka telah menghabiskan waktu selama delapan tahun untuk membangun stadion baru sebagai tempat pertandingan. […]

Continue reading



Previous page Next page

keyboard_arrow_up